Jumat, 07 September 2018

Kisah Inspiratif Hijrahnya Seorang Muslimah


hijrah buth waktu

Assalamualaikum Wr Wb

Hallo saudaraku, hari ini saya akan membagikan kisah inspiratif hijrah saudara kita, semoga ini menjadi inspirasi buat kita kita yang belum berhijrah ya..
selamat membaca !

  Rini (bukan nama asli) adalah seorang gadis yang hidup tanpa orang tua, sehingga rumahnya seperti musuh baginya. Setiap pulang sekolah, yang ada hanyalah ruangan kosong nan hampa. Keadaan ini sering membuatnya merintih menangis akibat ketiadaan sambutan kedua orang tuanya. Rini termasuk gadis super duper cuek, tapi diam-diam ada sesosok cowok populer disekolah mendekatinya. Cowok ini pintar, kaya dan katanya "shalih".Hal inilah yang menarik perhatian Rini. Kebetulan cowoknya satu kelas dengannya. Namanya juga cowok pandai sekali cari alasan untuk mendekati Rini.Terbukti, dengan alasan ngerjain tugas bareng, cowok ini meminta nomor ponsel Rini.

  Malam pun tiba. Ponsel Rini berdering, tanda pesan dari cowok sok shalih tadi. Hatinya langsung dag dig dug der ala badai petir,perasaannya lebih ramai dari pasar pagi. Intinya pesannya mengajak buat kerja tugas bareng sirumah Rini (politinya anak cowok).Rini oke oke saja "Daripada rumah kayak goa hantu, mending ramein kerja tugas bareng kan?" katanya dalam ceritanya.

  Tepat saat weekend, kesempatan buat ngerjain tugas pun datang. Agak lama mereka ngerjain tugas dan saling bercanda, sampai akhirnya enggak tahu tugas kemana malah asyik bercengkerama. Katanya, yang terjadi selanjutnya bukan garap tugas. tapi cowoknya nyuapin Rini dengan kue. Selanjutnya, jleb !!!! tanpa basa basi Rina ini ditembak. Karena Rini juga sudah suka sama ni cowook, enggak pakek pikir lama Rini langsung menerimanya.

  Sejak saat itu Rini mengaku bahwa cowoknya sudah segalanya. Berangkat maupun pulang sekolah ada yang nemenin, bisa bersandar di bahunya kala sedih (ooo so sweat). Genap satu bulan, pegangan tangan dan pelukan (kayak teletubis) sudah jadi hal biasa. "Nyaman memang, masalah itu kayak pergi sesaat." Tepat satu bulan, cowok itu datang ke rumah Rini lagi, kasih kejutan dengan bunga mawarnya. Di ruang tamu, pelan-pelan Rini menyambutnya.Tapi kali ini cowoknya berani melakukan yang "lebih" dari sebelumnya. Untungnya Rini tersadar dan akhirnya  berhenti melakukan aktivitasnya.

  Selanjutnya ada telepon dari teman Rini. Dia memberi kabar bahwa cowoknya itu ternyata juga punya pacar lain. Rini enggak percaya, bahkan jadi marah. Sudah sore, pacarnya pamit pulang sambil cium tangan (oh. jijay). Karena melihat gerak geriknya yang terkesan buru-buru itu, Rini curiga dan akhirnya dia mengikutinya dari belakang.

  Rini melihat cowoknya belok di salah satu jalan, berhenti disuatu rumah. Tiba-tiba, Rini melihat ada cewek yang nyambut cowoknya di depan rumah itu.Pakek cium tangan pula dengan cewek tadi.

PRRAAAANNNGGG !!!!! JJJJLLLLEEEGGEEERRRRR !!!!

  Enggak pakek basa-basi Rini samperin tuh cowok dan benar saja, dia selingkuh. Di depan selingkuhannya, cowoknya bilang kalau dia memacari Rini cuma karena kasihan (wadau). Rini lari menemui sahabatnya yang dipercayainya selama ini. Selanjutnya , dia berpelukan dengan sahabatnya sembari minta maaf. Besoknya, Rini diajak iku Rohis. Di situ, dia mulai berhijab dan belajar mendalami agama, mengenal anggota yang lain laksana saudara dan keluarga sendiri. Kini Rini merasakan indahnya berada di jalan yang di ridhoi Allah SWT. Dari situ, Rini mulai mengikuti beberapa lomba dan berhasil memenangkannya.

  Tidak lama kemudian mantannya datang lagi dan meminta balikan (dasar cowok buaya gak tau malu kali ya). dan pada akhirnya Rini memaafkan playboy cap kadal tadi, namun kini prinsipnya menjomblo. Rini enggak mau pacaran lagi. Bukan karena kecewa, tapi karena semata-mata "pacaran itu nafsu yang manis awaknya tapi pahit ujungnya" Lebih-lebih pacaran adalah pelanggaran hukum syara'. Kini Rini mulai berhijrah dan mengistiqomahkan hijrahnya.

Kisah ini hanya salah satu dari realita muslimah yang berhijrah. 
Semoga bermanfaat dan menginspirasi bagi kalian semua.

Wassalamualaikum Wr Wb


Tidak ada komentar:

Posting Komentar